Daftar isi panduan

Toko online: bot yang ngitung pesanan sendiri

Buat yang jualan barang. Pelanggan nanya harga, stok, dan total belanjaan — dijawab lengkap sama hitungan ongkirnya.

Selesai ini, pelanggan yang nanya harga, stok, dan total belanjaan dapat jawaban lengkap sendiri — termasuk hitungan ongkirnya — dan kamu cuma turun tangan pas ada yang beneran perlu.

  • Nomor WhatsApp buat jualan, dan HP-nya di tangan kamu
  • Daftar produk beserta harga satuannya
  • Berat tiap produk, kalau kamu kirim barang
  • Jawaban buat pertanyaan non-produk: jam buka, cara bayar, garansi

Yang bakal dipakai

Urutannya

  1. Sambungkan perangkat WhatsApp

    Sambungkan WhatsApp lewat QR
  2. Isi katalog dulu, sebelum yang lain

    Ini beneran duluan. Katalog yang nentuin bot bisa ngitung atau cuma bisa ngarang — dan isinya paling lama disiapin, jadi jangan ditaruh belakangan.

    Yang penting diisi bener: harga satuan dan berat satuan. Berat yang kosong artinya ongkir gak bisa dihitung beneran.

    Cara ngisi katalog
  3. Setel mode balasan ke Penjualan

    Di bagian Perilaku AI, setel Tujuan balasan AI ke Penjualan (dorong closing), dan pastikan Hanya balas dari basis pengetahuan dalam keadaan mati.

    Ini langkah yang paling sering bikin skenario ini gagal diam-diam: katalog cuma dipakai di mode penjualan, dan mode pengetahuan sengaja mematikannya. Katalog yang lengkap tapi mode-nya salah menghasilkan bot yang ngobrol ramah tanpa pernah nyebut harga.

  4. Isi pengetahuan buat yang bukan produk

    Katalog jawab "berapa harganya". Pengetahuan jawab sisanya: jam buka, ongkir ke luar pulau berapa lama, bisa COD nggak, garansi berapa hari.

    Ngisi basis pengetahuan
  5. Baru nyalain Balas otomatis dengan AI

    Terakhir, bukan pertama. Bot yang dinyalain sebelum katalog dan pengetahuannya siap bakal ngejawab pelanggan beneran dengan setengah informasi.

  6. Biasain buka Kotak Masuk tiap hari

    Terutama Antrian eskalasi — di situ ngumpul chat yang bot sendiri ngaku gak sanggup: bukti transfer, pelanggan yang minta ngobrol sama orang, dan pesanan yang ditolak.

    Kotak Masuk dan ambil alih

Uji coba sebelum dilepas ke pelanggan

Pakai HP lain — atau minta tolong satu orang — lalu chat nomor bot-nya seperti pelanggan beneran. Empat hal yang harus dicek:

Tanya harga satu produk; namanya harus disebut bener beserta harganya. Minta hitungan tiga item sekaligus; cek totalnya pakai kalkulator. Tanya ongkir ke satu kota; kalau jawabannya ngambang, berat produknya belum diisi. Terakhir, tanya sesuatu yang emang gak ada di katalog maupun pengetahuan — bot harusnya ngaku gak tahu, bukan ngarang.

Pertanyaan seputar skenario ini

Bot-nya ngobrol ramah tapi gak pernah nyebut harga. Kenapa?

Hampir selalu mode balasannya. Cek Tujuan balasan AI udah di Penjualan, dan Hanya balas dari basis pengetahuan dalam keadaan mati. Kalau udah bener, cek produknya berstatus Aktif — produk draf gak dipakai bot buat ngitung.

Totalnya salah hitung.

Cek harga grosir produknya. Baris seperti 3=90000 berarti beli tiga atau lebih dihargai Rp90.000 per unit, dan itu diterapkan otomatis — total yang kelihatan 'salah' sering ternyata harga grosir yang bener.

Ongkirnya gak keitung.

Berat satuan produknya kosong. Isi dalam gram di tiap produk, atau setel berat standar di perangkat.

Bisa gak bot dilarang kasih diskon?

Tulis batasannya di Prompt sistem perangkat, misalnya larangan menawarkan potongan harga di luar yang tertulis. Itu instruksi yang ikut di tiap balasan.