Daftar isi panduan

Ubah pengunjung website jadi lead

Pasang chat di situs kamu, biar pengunjung yang tadinya pergi diam-diam jadi punya nama dan nomor.

Selesai ini, pengunjung website kamu bisa nanya langsung di halamannya, dijawab bot yang sama dengan pengetahuan yang sama — dan yang serius ninggalin nama sama nomor buat ditindaklanjuti.

  • Website sendiri, dan akses buat nempel satu baris kode di dalamnya
  • Alamat lengkap situsnya, termasuk https://
  • Pengetahuan yang udah keisi — pengunjung web nanyanya lebih lugas daripada di WhatsApp

Yang bakal dipakai

Urutannya

  1. Bikin perangkat baru dengan saluran Situs web

    Perangkat WhatsApp kamu gak bisa dipakai buat ini — salurannya gak bisa diubah setelah perangkat dibuat.

    Pasang chat di website
  2. Tempel potongan kodenya, lalu isi alamat yang diizinkan

    Sebutin alamat situsmu satu per satu. Jangan pakai tanda bintang: siapa pun yang nyalin kodemu bisa ngabisin kredit AI kamu dari situs mereka sendiri.

  3. Isi pengetahuan, dan tulisnya lebih lugas

    Pengunjung website biasanya belum kenal kamu sama sekali — beda sama orang yang udah nyimpen nomor kamu di HP-nya. Jawaban yang di WhatsApp cukup singkat, di sini sebaiknya lengkap.

    Ngisi basis pengetahuan
  4. Suruh bot minta nomor, di Prompt sistem

    Ini langkah kunci skenario ini, dan gampang kelewat. Pengunjung website gak punya nomor telepon dari sisi sistem — mereka cuma punya ID pengunjung yang kelihatan di Kotak Masuk. Artinya kamu gak bisa nyusul mereka ke WhatsApp kecuali mereka sendiri yang ngasih nomornya di dalam obrolan.

    Jadi tulis di Prompt sistem: kalau pertanyaannya udah spesifik atau butuh ditindaklanjuti, minta nama dan nomor WhatsApp dengan sopan. Tanpa ini, obrolannya bagus tapi berakhir di situ.

  5. Simpan yang ninggalin nomor sebagai kontak

    Dari situ mereka jadi lead biasa: bisa dikirimi pesan, bisa dikejar follow-up, bisa dimasukin grup buat kampanye nanti.

    Nambah dan ngelompokin kontak

Uji coba sebelum dilepas ke pengunjung

Buka website kamu sendiri di jendela penyamaran, lalu chat lewat kotak obrolannya seperti pengunjung baru.

Yang dicek: kotaknya muncul di halaman yang kamu mau (dan status perangkatnya jadi Aktif di situs Anda), balasannya nyambung, dan — yang paling penting — coba tanya sesuatu yang spesifik lalu lihat apakah bot minta nomor kamu. Kalau enggak, Prompt sistem-nya belum nempel.

Cek juga dari HP. Kotak obrolan yang nutupin tombol beli di layar kecil bikin rugi, bukan untung.

Pertanyaan seputar skenario ini

Kotak obrolannya gak muncul.

Hampir selalu alamat situsnya. Alamat harus sama persis, termasuk https:// dan www kalau ada — https://tokosaya.com beda dari https://www.tokosaya.com. Cek juga potongan kodenya kepasang di halaman yang kamu buka.

Kuota pesan bulanan saya habis. Chat di website ikut mati?

Enggak. Kuota pesan itu jatah broadcast dan chat website gak makan jatah itu. Yang tetap ngerem cuma kredit AI.

Bisa gak saya bales pengunjung website dari WhatsApp?

Enggak. Obrolannya jalan di kotak chat situsmu, dan kamu balesnya dari Kotak Masuk. Kalau mereka udah ngasih nomor, obrolan lanjutannya bisa pindah ke WhatsApp — tapi itu percakapan baru, bukan sambungan yang sama.

Balasannya kok cepet banget, gak kayak orang?

Emang disengaja. Di WhatsApp bot sengaja jeda beberapa detik biar gak keliatan robot; di kotak chat yang lagi ditungguin pengunjung, jeda malah kebaca sebagai rusak.