Semua yang bisa dikerjakan bot: jualan dan layanan pelanggan
Satu bot buat dua urusan — dari jawab keluhan dan bikin tiket sampai ngitung pesanan, promo, kupon, dan kapan dia nyerahin ke manusia.
Halaman ini daftar isinya doang: apa yang bot kamu beneran bisa kerjain sendiri, dan apa yang tetap butuh kamu. Satu bot ngerjain dua-duanya — jualan dan layanan pelanggan — dan dia sendiri yang baca tiap pesan itu urusan yang mana. Penjelasan singkatnya ada di sini:
Dasar AI: satu bot buat jualan dan layanan pelangganKalau pelanggan lagi punya masalah
Bot jawab dari basis pengetahuan kamu, ngakuin dulu masalahnya, dan gak nawarin atau jualan apa pun di balasan itu. Pertanyaan yang lagi dibahas pun gak bikin lead-nya naik tahap — orang yang lagi komplain bukan orang yang lagi mau beli.
Masalahnya dicatat jadi tiket di halaman Tiket, lengkap sama kategorinya (keluhan, kendala teknis, pembayaran & tagihan, retur & refund) dan prioritasnya. Satu obrolan cuma punya satu tiket aktif — pesan lanjutan soal masalah yang sama dicatat di tiket itu, bukan bikin tiket baru. Dari halaman Tiket kamu pindahin statusnya (baru, sedang ditangani, menunggu pelanggan, selesai), tugasin ke anggota tim, dan tulis catatan internal yang gak pernah kekirim ke pelanggan. Kalau bot kelewat, kamu juga bisa bikin tiket manual dari Kotak Masuk. Tiap tiket punya timer target waktu (SLA), bisa dibalas langsung dari halamannya, dan bisa dipindah lewat papan yang tinggal diseret.
Tiket: catat masalah pelanggan, kerjakan, dan kejar target waktunyaTiket beda sama eskalasi. Eskalasi artinya "ada orang yang harus ambil alih chat ini sekarang" — dan selesai begitu chat-nya dikembalikan ke bot. Tiket artinya "ada masalah yang harus diberesin" — dan tetap ada sampai kamu tandain selesai. Dua-duanya bisa jalan barengan di satu obrolan, dan bikin tiket gak pernah bikin bot diam.
Dua hal ini jalan kapan pun: kata stop/berhenti/unsubscribe langsung nyetop nomor itu dari daftar kirim, dan permintaan ngobrol sama orang langsung masuk antrian eskalasi kamu.
Kalau pelanggan lagi mau beli
Selama Menerima pesanan nyala (bawaannya nyala), bot dapat kemampuan berikut — semuanya baca angka dari data asli, gak pernah ngarang sendiri. Kalau saklarnya dimatiin, bot tetap bisa nyebut nama dan harga produk, tapi gak ngitung total atau bikin pesanan.
Cari, lihat detail, dan cek stok produk
Kalau katalog kamu kecil, semua produknya udah kebawa di setiap balasan dan bot langsung tau isinya. Begitu katalog kebesaran buat dibawa penuh, bot punya cara nyari produk satu-satu, buka detail lengkapnya, dan ngecek stok terkini — jadi tetap presisi walau kamu punya ratusan item.
Hitung ongkos kirim
Asal ongkos kirim udah diaktifkan buat perangkat kamu dan tiap produk udah diisi beratnya, bot ngitung ongkir beneran ke alamat pelanggan — bukan kira-kira.
Hitung total pesanan, sampai harga grosir
Ini intinya. Bot ngejumlahin barang yang diminta, milih tingkat harga grosir yang bener kalau ada, tambahin ongkir, dan ngasih total akhir — sebelum pelanggan bilang "ya".
Katalog produk dan hitung pesananCek dan tawarin promo yang lagi jalan
Kalau ada promo aktif hari itu, bot nyebutinnya pas relevan — dan gak pernah nyebut promo yang udah lewat atau belum mulai. Promo cuma keterangan, bukan potongan harga; potongan harga tetap dari diskon produk atau kupon.
Terapin kode kupon
Pelanggan nyebutin kode, bot ngecek ke sistem — masih berlaku, belum habis kuota, memenuhi syarat — dan kalau lolos, potongannya langsung masuk ke total. Kalau kodenya salah atau udah gak bisa dipakai, bot bilang alasannya, gak nebak-nebak.
Bikin penawaran harga resmi
Buat yang butuh surat penawaran/quotation tertulis, bukan cuma obrolan. Ini setelan terpisah yang harus dinyalain sendiri di Katalog Produk, di luar saklar Menerima pesanan.
Liat ringkasan pelanggan ini
Bot bisa liat label yang tim kamu kasih ke pelanggan itu dan riwayat pesanannya, biar bisa nyambungin obrolan kayak "pesan yang sama kayak kemarin". Catatan pribadi tim sengaja gak pernah diperlihatkan ke bot.
Konfirmasi, batal, status, dan alihin ke orang
Empat hal ini bukan urusan model bahasa — dijawab dari data pesanan, bukan ditebak. Bawaannya jalan dari kata kunci baku: bilang "ya" pas ada pesanan nunggu konfirmasi langsung mengonfirmasi, minta batal langsung diteruskan ke kamu, nanya status pesanan langsung dijawab dari datanya, dan minta ngobrol sama orang langsung dialihkan.
Kata kunci baku itu bisa kelewatan kalau pelanggannya nulis dengan gaya sendiri — "oke gas aja kak" gak kebaca sebagai "ya". Ada setelan tambahan di perangkat, AI boleh memutuskan tindakan pesanan, mati secara bawaan, yang kalau kamu nyalain bikin keempat hal di atas juga bisa dikenali dari kalimat bebas — bukan cuma kata kunci pasnya. Yang beneran dikerjain tetap sama persis: konfirmasi tetap motong stok dan ngirim instruksi bayar, pembatalan tetap cuma diteruskan ke kamu (bot gak pernah membatalkan pesanan sendiri), dan alih ke orang tetap masuk antrian eskalasi yang sama.
Yang gak pernah dikerjain bot sendirian
Bot gak pernah membatalkan pesanan atas kemauannya sendiri — permintaan batal selalu diteruskan ke kamu atau tim. Bot gak pernah nandain pesanan lunas sendiri dari ngobrol doang — pembayaran dicek dari bukti transfer yang difoto, dari tagihan resmi, atau dari kamu yang nekan tombol di Kotak Masuk. Dan bot gak pernah ngatur pengiriman — booking kurir tetap kerjaan kamu, manual, dari halaman Pesanan.
Alur setelah pelanggan bilang "ya"
Ini urutan yang beneran kejadian, dari konfirmasi sampai barang siap dikirim:
Pelanggan konfirmasi
Stoknya langsung kepotong dari produk yang dipesan — biar gak kejual dobel ke orang lain selagi nunggu bayar — dan kamu (atau tim yang megang chat itu) dapat notifikasi pesanan baru. Kalau ada instruksi pembayaran yang kamu isi, itu langsung dikirim ke pelanggan.
Pembayaran masuk
Bisa lewat bukti transfer yang bot baca dari foto, tagihan resmi yang otomatis dicek sistem, atau kamu yang nandain lunas manual. Begitu berstatus lunas, pelanggan dapat struk, dan kamu (atau tim yang megang chat itu) dapat notifikasi terpisah pesanan sudah dibayar — beda dari notifikasi konfirmasi tadi, biar kamu bisa matiin salah satunya aja kalau mau.
Kamu yang kirim barangnya
Ini satu-satunya langkah yang emang sengaja tetap manual. Booking kurir dan nomor resi diisi sendiri dari halaman Pesanan — bot gak ikut campur di sini. Nomor resi diisi di baris pesanannya, satu pesanan satu kali simpan: tiap kamu simpan, pelanggan langsung dapat kabar lewat WhatsApp, makanya sengaja gak ada isi massal.